Minhati, Anak Orang Kaya yang Jadi Istri Pentolan Teroris Filipina
Oleh Husnul Khatimah, pada Nov 07, 2017 | 14:12 WIB
Minhati, Anak Orang Kaya yang Jadi Istri Pentolan Teroris Filipina
Minhati Madrais saat menjalani pemeriksaan di kantor kepolisian Filipina. (Dok. Rilis Polri)

BEKASI, AYOBEKASI.NET – Dalam waktu kurang dari sepekan, nama Minhati Madrais mendadak jadi buah bibir masyarakat. Namanya mendadak populer setelah ia tertangkap oleh otoritas keamanan Filipina pada Minggu (5/11/2017) lalu.

Perempuan berusia 36 tahun ini ditangkap lantaran berstatus sebagai istri dari Omar Maute, salah seorang pentolan kelompok militan Maute yang terkenal dengan aksinya di Kota Marawi, Filipina.

Minhati diketahui berasal dari Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Keluarganya hingga saat ini masih bermukim di kawasan tersebut, tepatnya di Jalan Raya Kampung Pasar Emas, RT 14/ RW 08.

Senin (6/11/2017) kemarin, AyoBekasi mencoba menyambangi kediaman keluarga Minhati di Babelan. Namun sayang, AyoBekasi tidak berjodoh untuk bertemu dengan keluarga Minhati.

Rumah yang yang harusnya ditempati oleh orang tua Minhati, yakni Madrais Hajar dan istrinya terlihat sepi. Salah seorang penghuni kontrakan milik Madrais, Rohmadi -- yang lokasinya berada tepat di depan rumah keluarga Minhati -- mengaku sudah tiga hari belakangan tak melihat Madrais.

"Semenjak tiga hari yang lalu Pak Haji (panggilan akrab Madrais -- red) enggak pernah ketemu, biasanya suka ketemu kalau ke masjid," aku Rohmadi.

Rohmadi sendiri baru tiga tahun ke belakang ini menghuni kontrakan Madrais untuk berjualan bakso. Karena masih terbilang baru, ia mengaku tak mengenal sosol Minhati. Sebab, sebagaimana diketahui, Minhati sendiri tercatat sejak tahun 2011 telah bertolak ke Filipina mengikuti suaminya.

Kendati tak mengenal Minhati, namun Rohmadi mengaku cukup mengenal sosok Madrais. Baginya, Madrais adalah pribadi yang baik hati, ramah, dan suka bertegur sapa dengannya setiap kali bertemu.

Ketidaktahuan warga soal Minhati juga terucap dari mulut Ketua RT 14, Carmin. Ia mengaku tak terlalu tahu seperti apa sosok Minhati. Sebab, menurutnya, Minhati tak terlalu lama tinggal di desanya, lantaran sejak lulus bangku sekolah dasar, Minhati disekolahkan ke Gontor, Jawa Timur oleh keluarganya.

"Anak Pak Haji itu sekolahnya di luar, bukan disini. Bahkan saya juga tidak hafal wajahnya karena memang sejak kecil sudah disekolahkan di luar," kata Carmin.

Keluarga Minhati di Babelan memang dikenal sebagai keluarga kaya. Menurut Carmin, Madrais adalah seseorang yang dikenal sebagai orang kaya di desanya. “Dia punya cukup banyak tanah di sini, punya sawah juga,” katanya.

Selain mempunyai cukup banyak tanah warisan, Madrais juga memiliki pondok pesantren yang dinamakan Ponpes Darul Amal. Ponpes tersebut memiliki dua lingkungan bangunan yang luas. Bangunan pertama terletak tepat di samping rumah Madrais dan bangunan yang kedua terletak sekitar 300 meter dari bangunan pertama.

Keberadaan ponpes tersebut, menurut Carmin, semakin mencerminkan bahwa Minhati adalah anak orang kaya. Maka tak heran jika Minhati kerap disekolahkan ke luar daerah, bahkan hingga ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600