Kunci Kemenangan Bhayangkara Menjadi Juara Liga 1
Oleh Husnul Khatimah, pada Nov 15, 2017 | 08:55 WIB
Kunci Kemenangan Bhayangkara Menjadi Juara Liga 1

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Bhayangkara FC akhirnya keluar sebagai kampiun Liga 1 Indonesia. Kepastian gelar juara yang diraih oleh klub berjuluk The Gurdians itu didapat pada pekan ke-33 saat mereka mengalahkan tim kandidat juara lainnya yakni Madura United.

Di akhir klasemen, The Guardian berhasil mengemas 68 poin dari 34 pertandingan. Raihan poin Bhayangkara sebenarnya sama dengan Bali United yang berada di peringkat dua. Namun Serdadu Tridatu harus puas jadi runner up karena kalah head to head dari Bhayangkara FC. 

Gelar juara yang diraih oleh BFC sedikit mengangetkan publik pecinta sepakbola Tanah Air lantaran di awal kompetisi Bhayangkara bukanlah tim yang diprediksi akan menjadi sang juara Liga 1.  Namun dalam perjalanannya tim asuhan Simon Mcmenemy ini mampu membuktikan bahwa mereka lah yang terbaik di liga 1 saat ini.

Perjalanan BFC meraih gelar juara tidak berjalan mulus. Pada awal musim mereka pernah berada di peringkat bawah klasemen. Kemudian secara perlahan tim yang bermarkas di Stadion Patriot Chandrabaga ini merangsek naik ke puncak klasemen.

Sebelum berjalannya kompetisi, manajemen BFC tidak menargetkan Simon Mcmenemy untuk membawa anak asuhnya menjadi juara namun mereka hanya menargetkan pelatih asal Skotlandia itu bisa membawa BFC berada di posisi lima besar klasemen akhir.

Memasuki akhir-akhir kompetisi, manajemen, pelatih dan para pemain Bhayangkara memiliki rasa optimis untuk meraih gelar juara karena saat itu peluang juara terbesar dimiliki oleh BFC sehingga mereka secara bersama-sama tak ingin melewatkan peluang itu dan akhirnya tropi pun diraih.

Pada awal kompetisi Bhayangkara FC juga bukan merupakan tim yang diwaspadai oleh tim-tim lain karena memang tim ini belum mempunyai nama yang besar seperti Persib Bandung, Persija Jakarta atau Sriwijaya FC.

Pada putaran kedua setelah Bhayangkara mampu berada di papan atas klasemen tim ini kemudian menjadi diperhitungkan oleh lawan-lawannya. Hal ini juga dirasakan oleh Simon Mcmenemy. Pelatih yang pernah menangani Timnas Filipina itu mengatakan pada putaran pertama setiap tim yang dilawan olehnya bermain terbuka ketika bertemu BFC namun pada putaran kedua hal tersebut tidak terjadi lagi.

"Pada putaran kedua ini tim-tim yang menghadapi Bhayangkara kelihatan seperti fokus untuk mempertahankan bagaimana mereka tidak kebobolan hal ini berbeda pada putaran pertama sehingga kita kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan," kata Simon dalam sebuah konferensi pers usai pertandingan.

Jika menilik kekuatan yang dimiliki oleh Bhayangkara, tim ini sebenarnya memiliki kekuatan yang seimbang dari lini ke lini. Di lini belakang mereka mempunyai Awan Setho Rahardjo sebagai penjaga gawang muda yang bertalenta plus di topang oleh dua center bek berpengalaman yakni Indra Kahfi dan Otavio Dutra. Ditambah lagi Jajang Mulyana yang mampu tampil apik saat menjadi pemain pengganti dikala Dutra atau Kahfi tidak bisa bermain.

Pada lini tengah, BFC dihuni oleh pemain-pemain yang mempunyai skill yang tinggi dan umpan yang akurat seperti Evan Dimas dan Lee Hyoo Jon dan Marquee player Paulo Sergio.

Pada lini depan, Ilham Udin Armaiyn dan Ilija Spasojevic menjadi senjata yang mematikan bagi BFC terkhusus Spaso yang dalam setengah musim ia berhasil menjadi top skor bagi klub yang dibelanya dengan torehan 13 gol.

Memiliki pemain-pemain muda yang mempunyai kecepatan yang bagus dan skill yang tinggi seperti Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, Wahyu Subo, Putu Gede, Awan Setho dan sederet pemain muda lainnya juga menjadi kekuatan tersendiri bagi klub yang mempunyai kostum berwarna kuning dan hijau ini.

Para pemain muda itu kerap dipercaya oleh Simon untuk menjadi starter dan hasilnya pun tidak mengecewakan, mereka selalu mampu tampil bagus. Misalnya saja Ilham Udin yang menjadi top skor ketiga BFC dengan torehan sembilan gol atau Evan Dimas Darmono yang sudah kita ketahui bahwa dirinya adalah salah satu talenta muda paling berbakat yang dimiliki Indonesia saat ini.

Fokus selama jalannya pertandingan adalah hal yang menjadi kekuatan lainnya dari Bhayangkara mengingat Simon sendiri dalam setiap kesempatan kerap mengatakan bahwa ia selalu mengingatkan anak asuhnya untuk menjaga fokus dalam setiap pertandingan yang dilakoni.

Simon mengatakan menjaga fokus adalah kunci bagi timnya untuk bisa merebut kemenangan dalam setiap pertandingan yang dilakoni. “Itu adalah kunci utama. Tim yang bagus adalah selalu stabil dalam setiap pertandingan. Itu yang selalu kami jalankan di tim” kata Simon.

Bukan hanya Simon, Kapten tim Indra Kahfi juga mengakui bahwa fokus di setiap pertandingan adalah kunci bagi mereka untuk mengambil poin maksimal dalam setiap pertandingan.

"Kami selalu berusaha fokus dan konsentrasi di setiap pertandingan. Coach Simon juga tidak henti-hentinya mendorong kami untuk selalu memenangkan pertandingan dan kami juga selalu menganggap setiap pertandingan adalah final," ucap Indra.

Terakhir yang menjadi menjadi kekuatan BFC adalah sang juru taktik yakni Simon Mcmenemy. Dalam musim ketiganya berkarier di kancah sepakbola nasional ia sudah mampu membuat sebuah klub merasakan nikmatnya gelar juara pada kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa dirinya memiliki keterampilan yang bagus dalam meramu strategi sebuah tim.

Kejelian Simon dalam meracik strategi dapat terlihat dalam setiap pertandingan yang dilalui oleh Bhayangkara. Dimana walaupun ketika Bhayangkara tidak bermain bagus namun mereka sering keluar sebagai pemenang. Bukti bahwa Simon cermat untuk menerapkan strategi yang akan dimainkan dalam setiap pertandingan.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600