Pemkot Bekasi Optimis Geliat Usaha Tahun 2018 Semakin Baik
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jan 04, 2018 | 13:43 WIB
Pemkot Bekasi Optimis Geliat Usaha Tahun 2018 Semakin Baik
Para pelaku UKM tengah mengunjung stand Sentra UMKM Pemkot Bekasi. (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI, AYOBEKASI.NET -- Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Bekasi, Karto optimis bila geliat pelaku usaha di Kota Bekasi pada 2018 akan semakin baik.

"Saya optimis karena bagaimanapun para pelaku UKM ini memiliki andil dalam menekan laju inflasi," kata Karto ditemui usai acara Gathering Pelaku Koperasi dan UMKM Bekasi di Sekretariat Pemda Kota Bekasi, Kamis (4/1/2018). 

Kesuksesan pihaknya membantu perekonomian warga dapat terlihat salah satunya karena Kota Bekasi diperhitungkan sebagai penggerak ekonomi di Jawa Barat. Disamping itu, tambahnya, makin hari para peminat usaha makin banyak. 

"Yang terdata ada 205.000 lebih pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dagang, jasa, kontruksi, dan lainnya. Ibaratnya kalau orang Bekasi bilang lagi seneng, resep melakukan kegiatan usaha," ujar Karto.

Tidak lain, ujar Karto, selain karena dukungan dana bergilir lewat BPR Syariah Patriot yang telah diterapkan selama empat tahun terakhir, pihaknya kerap melakukan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan untuk para pelaku usaha. 

Di samping itu, untuk tahun 2018 pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp17 miliar guna membantu para pelaku usaha.

"Sampai dengan tahun ini dana yang disiapkan Rp17 miliar, sudah tersalurkan 15 miliar. Untuk bantuan, kalau UKM minimal mendapat Rp20 juta, maksimal Rp100 juta, kalau koperasi Rp250 juta," tambahnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam kesempatan lain mengatakan bahwa para pelaku koperasi dan UMKM selama masa jabatannya berkembang signifikan. Pemberian modal tanpa adanya bunga kunci geliat ini terus meningkat. 

"Perkembangan UMKM termasuk koperasi, dan insentif pemberian modal kerjanya semakin meningkat, karena dari awal memang saya bilang jangan narik bunga," ujar Rahmat. 

Perkembangan tersebut dibantu pula lewat suasana aman di Kota Bekasi. Bila dipertahankan, maka dimungkinkan laju ekonomi Kota Bekasi semakin melesat dengan bertambahnya investasi-investasi dari luar.

"Jadi karena aman, laju ekonomi baik, jadi indeks pembangunan manusianya terbaik kedua di Jawa Barat," tutur Rahmat. 

Ia pun menargetkan bila tahun 2018 harus menjadi ladang usaha warganya. Maka ia pun menargetkan dana yang terserap bisa mencapai Rp50 miliar. 

"Rp50 miliar baru perencanaan, kalau dari Rp17 miliar habis dan memang peminat pelaku UMK-nya meningkat ya ditambah," timpal Karto.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600