Dukungan PDIP ke Pepen-Tri Menui Kontroversi
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jan 12, 2018 | 21:14 WIB
Dukungan PDIP ke Pepen-Tri Menui Kontroversi
Abdy Yuhana, (abdyyuhana.com)

BEKASI, AYOBEKASI.NET -- Keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Pepen) dan Tri Adhianto Tjahyono menuai kontroversi di kalangan pengurus dan kader partai berlambang Banteng Moncong Putih di daerah tersebut.

Pasalnya, rekomendasi yang awalnya ditujukan kepada Sumiyati dan Lilik Hariyoso tersebut dianggap kurang mengakomodir ketika harus diberikan kepada Pepen-Tri. Terlebih, putusan tersebut diikuti kekecewaan berat dari Wakil Ketua Bidang Polhukam DPC PDIP Kota Bekasi, Hiu Hindiana sampai memilih mundur dari kepengurusan partai. 

Bahkan pada awal masuknya dukungan, Koalisi Patriot Bekasi-sebutan koalisi partai pengusung Pepen-Tri- sempat dibuat kebingungan. Pasalnya PDIP merapat pada masa pendaftaran menjelang ditutup dan dianggap bisa mengubah kesepakatan awal antara Koalisi Patriot Bekasi dengan Pepen-Tri. 

Dan akhirnya, pada berita acara pendaftaran bakal pasangan calon yang dikeluarkan KPU Kota Bekasi tertanggal 11 Januari 2018, PDIP tidak masuk ke dalam partai pengusung Pepen-Tri.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat, Abdy Yuhana mengatakan, rekomendasi yang ditujukan untuk Pepen-Tri merupakan mandat DPP PDIP yang bersifat final. 

Salah satu pertimbangan diubahnya rekomendasi, sebab Sumiyati dan Lilik sebagai kader PDIP diketahui tidak siap untuk mengikuti hajat perlima tahunan tersebut. Sehingga, surat rekomendasi harus dikembalikan ke DPP.

"Yang diputuskan oleh DPP Sumiyati-Lilik dan dinyatakan tidak siap. Pada akhirnya mandat harus dikembalikan lagi ke DPP. Setelah dikembalikan, DPP partai mengeluarkan keputusan baru, alurnya begitu," ujar Abdy saat dihubungi Ayobekasi, Jumat (12/1/2018) 

Mengenai putusan yang menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan internal, hal tersebut dianggap wajar sebagai dinamika politik. 

"Itu wajar karena bagian dari dinamika. Saya rasa partai manapun juga seperti itu," kata Abdy.

Terkait kabar mundurnya sejumlah kader PDIP pascakejadian tersebut, pihaknya belum mendapat informasi tersebut. Karena DPD PDIP Jawa Barat akan menerima dan mendapatkan laporan kader partai yang mengundurkan diri.

"Biasanya informasi yang berkaitan dengan kader, tidak hanya di Kota Bekasi. Di Banjar, di Pangandaran, di Depok, semua pasti masuk, ini tidak ada yang menyatakan mundur. Jika benar ada yang mundur, kita akan lakukan klarifikasi," tambahnya.

Dijelaskan Abdy, seharusnya setiap kader menghormati setiap keputusan partai. Berkenaan gejolak kepartaian yang saat ini tengah terjadi di Kota Bekasi, dia meyakini DPP  telah mengetahui dan memahami persoalannya.

"Saya kira, DPP sudah memahami benar persoalan yang ada di Kota Bekasi. Pastinya keputusan itu sudah berdasar pada prinsip musyawarah, mendengarkan aspirasi dan pastinya mengakomodir usulan kader-kader partai," tegasnya.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600