Setahun Terakhir, Sedikitnya 3000 Aduan Masuk ke Diskominfostadi
Oleh Ananda M Firdaus, pada Feb 14, 2018 | 12:18 WIB
Setahun Terakhir, Sedikitnya 3000 Aduan Masuk ke Diskominfostadi
Ilustrasi, seorang warga menggunakan aplikasi layanan masyarakat, Bekasi Iconic. (Ananda Muhammad/ayobandung)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfostadi) Kota Bekasi, Titi Masrifahati, mengatakan lebih dari 3000 aduan dari masyarakat sempat masuk melalui pihaknya. 

Masing-masing aduan tersebut meliputi pengaduan melalui call center dan sejumlah aplikasi yang dipegang dinasnya.

"Jumlah keluhan satu tahun sekitar 3000 keluhan, sekitar 2600 melalui call center, kemudian sekitar 600 melalui aplikasi," kata Titi usai meluncurkan aplikasi teranyar Diskominfostadi, Bekasi Iconic, Rabu (14/2/2018). 

Titi menerangkan pengaduan yang terbilang paling banyak adalah persoalan fasilitas lampu jalan, infrastruktur jalan, kemacetan, serta persoalan sampah. 

"Itu adalah empat yang utama tentang keluhan warga berkaitan dengan fasilitas atau infrastruktur yang ada di Kota Bekasi," jelasnya.

Disamping itu, Titi menanggapi terkait penggunaan sarana pengaduan yang telah disediakan pihaknya. Dari sejumlah aplikasi seperti SOROT (Smart City on The Spot) dan
POT (Pengaduan Online Kota Bekasi), sambungan telepon lebih sering digunakan, sebab untuk menggunakan aplikasi masyarakat masih perlu beradaptasi. 

"Betul masih transisi ke aplikasi, jadi ada sebagian masyarakat mungkin rentang usia tertentu lebih suka dengan aplikasi, sedangkan usia lebih tuanya lebih suka dengan suara atau call center," jelas dia.

Namun disamping pengaduan lewat aplikasi dan sambungan call center, pihaknya juga kerap mendapatkan aduan-aduan tersebut melalui media sosial. 

Titi menganggap hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi, sehingga partisipasi membangun Kota Bekasi menjadi Smart City yang semakin maju dapat terwujud. 

"Banyak juga melalui media sosial, apalagi twitter. Itu banyak sekali pengaduannya," pungkasnya.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600