Tiga Jenis Hoax Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota
Oleh Ananda M Firdaus, pada Mar 13, 2018 | 14:04 WIB
Tiga Jenis Hoax Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto. (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengatakan bahwa hoax atau berita bohong yang saat ini tengah marak-maraknya menghantui lini masa dengan karakteristiknya tersendiri. Setidaknya, ujar Indarto, ada tiga jenis hoax yang perlu diketahui masyarakat. 

Pertama adalah hoax dengan ketidakbenaran yang fatal alias sama sekali tidak ada unsur kebenarannya.

"Yang pertama, berita yang sama sekali tidak benar atau tidak ada. Misal, di salah satu kota ada berita bahwa ada seorang ulama yang dibunuh. Tetapi setelah dikonfirmasi, ternyata tidak ada, itu hoax namanya," ujar Indarto di Mabes Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (13/3/2018).

Kedua, adalah hoax yang dibuat dan diikuti dramatisasi. 

"Isi beritanya biasa saja tapi judulnya dibombastiskan. Contohnya, tadi pagi saya sedang olahraga kemudian saya terjatuh karena tersandung. Tapi dibikin beritanya Kapolres Metro Bekasi Kota Tersungkur, kan, kesannya jadi berlebihan," terang Indarto. 

Ketiga, adalah berita yang disamarkan, di antaranya dengan mengensampingkan fakta-fakta di luar kabar atau informasi tersebut. 

"Berita yang kebenarannya disamarkan kemudian lebih dicondongkan kepada hal yang mengarah kepada negatifnya. Misalnya, petani yang direbut lahannya oleh pihak A, padahal dalam pengadilan tanahnya itu memang sengketa, dan petaninya memang kalah. Tapi dibuat seolah-olah petani itu terintimidasi," kata Indarto. 

Indarto menjelaskan, berita semacam itu memiliki dampaknya masing-masing bila disebarluaskan. Misalnya menimbulkan keresahan, terpancing emosinya, bahkan sampai menyebarluaskan karena terprovokasi. 

Ia meminta siapapun ketika menerima informasi agar lebih cerdas dan bijak dalam mengkonsumsi berita-berita yang mungkin mengarah kepada hoax. 

Disamping itu, dia mengimbau, untuk mengecek kebenaran tersebut. Bisa dengan menanyakannya pada pihak terkait atau kepolisian agar ditindaklanjuti jika ditemukan fakta kebohongan berita tersebut.

"Kenali dulu isi berinya, sumbernya, jika dianggap tidak masuk akal atau melenceng, silakan langsung laporkan kepada aparat sekitar dan jangan sampai disebar," pinta Indarto. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600