Netty: Kandidat Pilgub Jabar Harus Serius soal Isu Perempuan
Oleh Ananda M Firdaus, pada Mar 13, 2018 | 21:48 WIB
Netty: Kandidat Pilgub Jabar Harus Serius soal Isu Perempuan
Netty Prasetyani. (Ananda Muhammad/ayobekasi)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET -- Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Jawa Barat, Netty Prasetyani, mengingatkan para kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat agar memperhatikan isu perempuan secara khusus.

Menurut Netty, hingga sekarang isu perempuan masih sangat diperhatikan di Indonesia. Apalagi bila disangkutpautkan dengan jumlah calon pemilih (DPT) di Jabar yang jumlahanya mencapai 33 juta jiwa atau setengahnya merupakan perempuan.

"Harus sangat jadi perhatian. Jumlah pemilih 33 juta di Jawa Barat satengahnya itu perempuan loh," ujar Netty saat ditemui awak media di Bekasi, Selasa (13/3/2018). 

Menurut dia, para pasangan calon pada umumnya belum memiliki program khusus berkenaan isu perempuan. Meski salah satu paslon dalam debat kandidat mempunyai perspektif tentang masalah perempuan ketika masuk sesi pertanyaan. 

"Setidaknya dari sesi paslon bertanya ke paslon yang lain itu tergambar. Pak Sudrajat menanyakan kalau kemudian kita membicarakan tentang investasi dan banyaknya pabrik, pasti akan banyak buruh pabrik itu perempuan," tutur dia. 

"Terus dia (Ajat) membicarakan cuti kelahiran dari tiga bulan menjadi enam bulan. Bagi saya dia mempunyai perspektif keberpihakan pada kaum perempuan," ujar Netty. 

Namun Netty tidak menyangkal, bahwa belum berarti juga para paslon lain tidak memiliki perspektif berkenaan keperempuanan seperti Sudrajat. 

"Debat tidak menggambarkan seluruh visi misi paslon, karena waktunya juga pendek. Alasan keduanya karena tergantung panelis yang menentukan pertanyaan karena belum tentu bisa mengcover semua pertanyaan juga," jelas Netty. 

Namun Netty mengingatkan bahwa isu perempuan sampai kapanpun bila tidak diperhatikan secara serius bisa jadi bumerang.

Dengan nada bercanda, Netty mengancam, bila paslon tidak melirik masalah perempuan dirinya bisa saja menghasut agar kaum perempuan di Jabar tidak memilih para paslon Pilgub Jabar. 

"Kalau perempuan saya bisa agitasi, saya pengaruhi jangan pilih paslon ini yang satu punya kasus KDRT, misalnya aja ya kan, yang satu lagi menyukai premanisme, yang satu kosmetik dan sebagainya, kan bisa saja kaya gitu," pungkasnya. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi