Kampanye di Pesantren, Pimpinan Ponpes Ditegur Panwaslu
Oleh Ananda M Firdaus, pada Mar 14, 2018 | 18:19 WIB
Kampanye di Pesantren, Pimpinan Ponpes Ditegur Panwaslu
Komisioner Panwaslu Kota Bekasi Bidang Penindakan, Muhammad Iqbal. (Ananda M Firdaus/ayobekasi)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI. NET -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi memanggil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Abror terkait dugaan video berisikan kampanye terhadap salah satu paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang dilakukan di institusi pendidikan tersebut beberapa waktu lalu.

Komisioner Panwaslu Bidang Penindakan, Muhammad Iqbal mengatakan, pihak pesantren baru berkenan datang setelah pihak Panwaslu mengirimkan surat pemanggilan sampai dua kali.

"Surat panggilan pertama kita kirim hari Sabtu 10 Maret, tapi mereka bilang suratnya tidak sampai. Akhirnya kita keluarkan lagi surat panggilan kedua pada Selasa 13 Maret, akhirnya mereka menerima dan datang memenuhi panggilan," ungkap Iqbal kepada di Kantornya, Rabu (14/3).

Dalam proses penyidikan, Pimpinan Pesantren Al-Abror mengakui, pihaknya memang benar dan secara sengaja membuat video kampanye tersebut pada 27 Februari 2018. Namun dia beralasan, belum mengetahui adanya aturan larangan berkampanye di sekolah atau institusi pendidikan.

Atas tindakan tersebut, Panwaslu memberikan teguran keras dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Terkait sanksi Pemilu, pelanggaran yang dilakukan pihak pesantren merupakan pelanggaran administratif sehingga pihaknya hanya sekedar mengingatkan. 

"Aturannya jelas yaitu PKPU NO 4 Tahun 2017, Pasal 68 huruf j. Ini langkah preventif kami, agar tidak ada institusi pendidikan lagi yang dijadikan ladang untuk melakukan tindakan politik praktis," ujar Iqbal.

 

 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600