lmuwan Dunia Stephen Hawking Meninggal Dunia
Oleh Ananda M Firdaus, pada Mar 14, 2018 | 14:57 WIB
lmuwan Dunia Stephen Hawking Meninggal Dunia
Stephen Hawking. (reuters)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET -- Fisikawan terkemuka abad 20, Stephen Hawking, meninggal dunia pada usia 76 tahun di rumahnya, Cambridge, Cambridgeshire, Inggris, Britania Raya pada Rabu (14/3/2018). 

Dia merupakan seorang fisikawan teoritis yang  melahirkan banyak karya fenomenal di tengah keterbatasannya karena di diagnosis menderita  Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) sehingga membuatnya lumpuh sejak umur 22 tahun. 

Nama Hawking amat termasyhur setelah dirinya berhasil menciptakan teori baru tentang lubang hitam yang diindikasikan dari teori relativitas milik Albert Einstein yang mengimplikasikan bahwa ruang dan waktu memiliki awal dan akhir. 

Karya terbaik lainnya yang dimiliki Hawking adalah buku berjudul "A Brief History of Time" yang menjelaskan pertanyaan-pertanyaan dasar tentang awal dan akhir dari alam semesta dan membuat rekor penjualan terbaik "The Sunday Times" selama lebih dari lima tahun. 

Ditambah 12 penghargaan bergengsi karena pencapaiannya sebagai ilmuwan sehingga wajar orang banyak menjulukinya sebagai selebriti akademis. 

Disitat dari The Guardian, awal mula kabar meninggalnya didapat dari keluarganya. Anak-anaknya Lucy, Robert dan Tim mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Kami sangat sedih karena ayah tercinta kami telah meninggal dunia hari ini. Dia adalah ilmuwan hebat dan pria luar biasa yang pekerjaan dan warisannya  akan terus ada selama bertahun-tahun. Keberanian dan ketekunannya dengan kecemerlangan dan humornya mengilhami orang-orang di seluruh dunia," tulis keluarga Hawking. 

Disamping itu, keluarganya menyatakan kecintaan Hawking tidak sebatas pada sains, keluarganya jauh lebih berharga. 

"Dia pernah berkata 'Tidak akan banyak alam semesta jika tidak ada tempat bagi orang-orang yang Anda cintai'. Kami akan merindukannya selamanya," lanjut pernyataan keluarga. 

Seperti yang diungkapkan keluarganya, nama Hawking akan selalu dikenang, terlebih karena karya-karyanya yang fenomenal dan masih jadi referensi fisikawan di seantero dunia.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi