KPU Jabar Sasar Mahasiswa untuk Pendidikan Politik
Oleh Ananda M Firdaus, pada Apr 12, 2018 | 18:11 WIB
KPU Jabar Sasar Mahasiswa untuk Pendidikan Politik
Para mahasiswa Kampus Unisma tengah berdiskusi dengan mentor program Electainment on Campus yang diadakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/4/2018). (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat membuat program Electainment on Campus untuk memberikan pendidikan politik dengan menyasar kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat. 

Bekerja sama dengan Central for Election Political Practice (CEPP) Universitas Indonesia, program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mahasiswa agar semakin cerdas, kritis, rasional dan bertanggungjawab saat menentukan pilihannya nanti. 

 "Program ini konsen bagi pemilih pemula di Jawa Barat. Jadi sifatnya tidak hanya sosialisasi tapi pendidikan politiknya, dimana KPU Provinsi Jabar bekerja sama dengan 30 kampus di Jawa Barat," ungkap Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Nani Yuningsih saat menggelar program di Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Kamis (12/4/2018). 

Menurut Nani, pendidikan politik ini sangat diperlukan bagi kaum muda, pasalnya para pemilih muda kerap kali kurang serius menyikapi hajat demokrasi ini. Terlebih secara jumlah, para pemilih muda terhitung banyak. 

"Dalam DPS Jabar, pemilih muda ada sekitar 9 juta dari 31 juta DPS, jadi hampir 30%. Ini jumlah yang signifikan, dan ini yang perlu kita kelola agar mereka tidak menjadi pemilih yang apatis dan pragmatis," kata Nani. 

Menurutnya, program ini mulai dihelat sejak Bulan Maret sampai Mei nanti. Sementara kampus Unisma merupakan kampus kesembilan yang telah merasakan manfaat program. 

Dia menjelaskan, setiap kali program digelar selalu ada fenomena mahasiswa yang belum mengetahui tentang praktik politik yang baik dan benar dalam pemilu. Terkadang mahasiswa tersebut sama sekali tidak mengetahui calon kepala daerahnya, baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi. Oleh karenanya, program ini sebagai bentuk penyandaran tersebut. 

Nani menerangkan, dalam program terdapat tiga hal yang ditekankan pihaknya, yakni menekankan pemahaman pentingnya memberikan hak pilih, informasi berkenaan seputar pemilu, baik secara aturan dan praktik, serta informasi seputar profil kandidat yang mengikuti helatan pemilihan. 

"Jadi tidak hanya materi talkshow, tapi kita memberikan simulasi seperti cara memilih, nonton film, dan pendalaman materi lewat FGD yang dibantu mentor. Jadi aspek kualitas yang kita tekankan akhirnya," terang Nani.

Nani berharap, lewat programnya ini, KPU bisa berkontribusi menambah partisipasi pemilih muda saat masa pemilihannya nanti, selain upaya lainnya merangkul kaum muda lewat program-program yang serupa. 

Ditemui di kesempatan yang sama, Rektor Unisma Nandang Najmulmunir mengungkapkan terima kasih kepada KPU karena memilih kampus yang dipimpinnya untuk pelaksanaan program ini. 

Menurutnya, kampusnya didominasi sampai 70% warga Kota Bekasi. Dia mengatakan, program semacam ini sangat penting, khususnya untuk meningkatkan rasionalitas pemilih muda nantinya. 

"Untuk memilih, kan, harus ada proses membangun pemahaman. Kalau bahasa kamus ada algoritma politik jadi menuju masa pemilihan itu harus ada tahapan-tahapan yang dilalui sehingga rasional pemahaman si calon pemilihnya," kata Nandang. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600