Rektor Unisma Nilai Debat Kandidat Pertama Kurang Substantif
Oleh Ananda M Firdaus, pada Apr 12, 2018 | 19:52 WIB
Rektor Unisma Nilai Debat Kandidat Pertama Kurang Substantif
Rektor Unisma Nandang Najmulmunir. (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET--Rektor Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Nandang Najmulmunir, menilai debat kandidat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang dilangsungkan Rabu kemarin (11/4/2018) kurang substantif.

"Dari segi penyajiannya, mereka (para kandidat) terlihat cukup memahami, tapi mungkin agak terlihat kurang elok karena tidak pada substansi pembangunan," kata Nanang ditemui di Bekasi, Kamis (12/4). 

Dia menyingung masalah tersebut lantaran pembahasan debat kandidat telah dibatasi dengan tema Pembangunan SDM, ekonomi dan sosial. Sementara, dia sendiri merupakan salah satu panelis yang menyiapkan pertanyaan disamping panelis lainnya yaitu Rektor IBM dan Direktur Eksekutif Bekasi Institute. 

Nandang mengatakan, para pasangan calon kedepan harus menempatkan diri, agar debat kandidat tidak keluar tema. Salah satunya mengenai suku, agama, ras, dan antargolongan) kendati tidak dipermaslahkan asalkan disajikan dengan argumen yang baik.

"Ya, masalah SARA diulas tapi jangan sampai jadi energi negatif, artinya dimunculkan tidak apa-apa. Justru kita sepakat dengan namanya pluralitas, keragaman, toleransi, justru kalau diluar hal itu mesti diredam," kata Nandang. 

Dia berpesan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, selaku penyelenggara, agar dapat menyiapkan debat kandidat sesi selanjutnya dengan seksama agar substansi materi dapat ditangkap baik oleh masyarakat.

"Di elaborasi lah terkait dengan misi dan arah pembangunan itu, jadi harus betul-betul bisa tergali substansinya," tutur Nandang. 

Di kesempatan yang sama, Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengatakan, bahwa jalannya debat kandidat kemarin tidak ada yang salah. Dia berpendapat, debat kandidat memang sangat terbatas waktunya, sehingga wajar bila tidak semua persoalan dapat dijawab secara utuh.

"Saat sambutan kemarin saya mengatakan bahwa persoalan di Kota Bekasi ini banyak mungkin ada 1001 masalah, tentu tidak bisa diselesaikan semuanya dalam debat itu. Tapi paling tidak yang prioritas mendesak itu apa sih, kemudian disingkronkan dengan pemikiran, visi, misi, program mereka," kata Ucu.

Dia berujar, bila ada pihak yang memandang bahwa jalannya penyelenggaraan debat terkesan kurang substantif bukan hal menjadi masalah. Segala bentuk penilaian dikembalikan pada masyarakat. 

"Umpamanya ada pertanyaan ini, tetapi ternyata jawaban dia (paslon) dianggap ngaco, ini yang akan mengukur, kan, publik mana jawaban yang paling tepat atau tidak. Jadi publik menilai yang paling realistis itu yang mana," ujar Ucu.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600