Uu Janji Angkat Sentra Industri Kulit Garut
Oleh Adi Ginanjar, pada Apr 20, 2018 | 09:18 WIB
Uu Janji Angkat Sentra Industri Kulit Garut
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ulum saat melakukan kunjungan ke sentra pengolahan dan toko jaket kulit di kawasan Sukaregang, Kabupaten Garut, Rabu (18/4/2018). (Irfan ALfaritsi/ayobandung)
GARUT, AYOBEKASI.NET—Cagub Jabar nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum akan menggenjot produktivitas sentra industri kulit  Kabupaten Garut.
 
Pasangan Ridwan Kamil ini menyambangi salah satu pabrik penyamakan kulit milik Haji Ejep di Jalan Gagak Lumayung. Pabrik yang telah berdiri sejak 1995 memiliki kapasitas 50.000 feet per bulan.
 
Adapun bahan baku kulit didapatkan dari Surabaya, Jawa Timur, dan Sumatera. Kulit yang telah disampak lantas dikirim ke Bali untuk selanjutnya diolah menjadi aneka barang.
 
"Belum ada yang sanggup. Kita kirim ke Denpasar lalu diekspor," ujarnya, Rabu (18/4/2018).
 
Selain hanya menyamak, dia mengatakan tertarik untuk melakukan kegiatan pengolahan kulit karena punya nilai keuntungan cukup besar. Namun butuh sertifikasi khusus untuk mendapatkan pengakuan dari pasar.
 
Sebagai gambaran, bila dirinya membuat tas hanya diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp600.000, namun barang serupa yang dijual di Bali mencapai Rp8 juta.
 
"Orang Bandung juga enggak sanggup (mengolah langsung kulit grade ekspor). Lagi pula kami sudah punya buyer dan dilarang melanggar perjanjian. Kalau langsung ekspor nanti diintimidasi," katanya.
 
Usai ke pabrik, Uu juga menyempatkan diri berkunjung ke Kompleks Pertokoan Kulit Sukaregang. Sejumlah pedagang lantas mencurahkan keluhannya kepada Bupati Tasikmalaya tersebut.
 
"Kami berharap Pak Uu bisa membuat harga kebutuhan pokok menjadi murah, sehingga masyarakat punya daya beli," ujar Bu Ani, salah seorang pedagang.
 
Kepada para wartawan, Uu berjanji untuk mengakomodir aspirasi para perajin dan pedagang dari sentra kulit Sukaregang Garut. Dia pun mengaku punya solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi para pelaku.
 
"Bersama Kang Emil, kami akan membantu para pelaku salah satunya dengan mempertemukan mereka dengan buyer secara langsung," jelasnya.
 
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpinnya telah berhasil mendorong buah Manggis masuk ke pasar dunia. Sebelumnya harus selalui melalui Thailand tapi kini bisa langsung ke Cina.
 
Selain manggis, pihaknya juga berhasil mendorong beras organik ekspor hingga ke lima benua. Hal ini demi menciptakan nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
 
"Masalah kegiatan ekspor selalu sama, para pelaku tidak bisa langsung karena terkendala negara ketiga. Selain itu, karena pengusaha lokal belum punya izin resmi. Kami akan bantu dengan beragam cara agar pelaku industri kecil dan menengah bisa terus berkembang," pungkasnya.
Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi