Bus Transpatriot Jadi Pemantik Suasana Panas Debat Pilwalkot Bekasi
Oleh Ananda M Firdaus, pada May 03, 2018 | 19:37 WIB
Bus Transpatriot Jadi Pemantik Suasana Panas Debat Pilwalkot Bekasi
Calon Wali Kota nomor urut 2, Nur Supriyanto saat berbicara dalam Debat Kandidat Pilkada Kota Bekasi, Kamis (3/5). (Ananda Firdaus/ayobekasi)

MEDAN SATRIA, AYOBEKASI.NET—Suasana debat kandidat Pilkada Kota Bekasi 2018 memanas saat obrolan memasuki tema persoalan bus Transpatriot yang sama sekali belum beroperasi sejak peluncurannya pada 2017 lalu.

Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 2, Nur Supriyanto, adalah yang pertama menyinggung soal pengadaan sembilan bus Transpatriot. Dia mendapat kesan bahwa pengadaan bus tersebut terkesan dipaksakan.

"Bus Transpatriot sampai saat ini masih mangkrak, dan tahun ini saya jamin bus Transpatriot tidak mungkin beroperasi,” ujar Nur di panggung, Kamis (3/5/2018).

Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 1, Rahmat Effendi, yang sekaligus seorang petahana, merasa tersentil lantaran program itu dibuat semasa dirinya masih menjabat.

“Pengadaan bus Transpatriot baru dilaksanakan tahun 2017, masa 2018 harus sudah beroperasi. Ini bukan saja bicara regulasinya tapi juga bicara operatornya,” tegas pria yang akrab disapa Pepen ini. 

Kata Pepen, Palembang dan Yogyakarta saja butuh waktu dua tahun dalam mempersiapkan moda transportasi massal. Sementara Kota Bekasi baru berjalan empat bulan.

“Harusnya debat paslon ini memaparkan program unggulan lima tahun ke depan, jangan hanya bisa mengkritik saja, semua butuh proses agar terciptanya pelayanan transportasi massal yang nyaman dan aman,” sambung Pepen ditemui usai acara. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha NMax