Dampak Positif dan Negatif Menyalakan Kipas Angin Saat Tidur
Oleh Ananda M Firdaus, pada May 06, 2018 | 14:17 WIB
Dampak Positif dan Negatif Menyalakan Kipas Angin Saat Tidur
Ilustrasi kipas angin. (Pixabay)

RAWALUMBU, AYOBEKASI.NET--Setiap orang memiliki kebiasaan tidur yang berbeda-beda. Salah satu yang umum adalah tidur dengan kipas angin yang terus dinyalakan, terlebih bagi mereka yang bermukim di tempat tinggal dengan suhu udara panas.

Membiarkan kipas angin menyala saat tertidur ternyata mempunyai efek positif dan negatifnya. Disitat dari g9sleeptight, inilah untung rugi ketika kipas angin tetap menyala di kala kita tertidur. 

 

Positif

Suara yang menenangkan 

Ada lebih dari cukup penelitian untuk membuktikan bahwa suara yang dihasilkan dari kipas angin dapat membantu kita tertidur lelap. Desiran lembut suara yang dihasilkan kipas saat berputar akan menenangkan tubuh juga pikiran. 

Meningkatkan sirkulasi udara

Salah satu peran utama kipas adalah untuk mengalirkan udara di ruangan berjalan sempurna. Satu studi kesehatan tentang sirkulasi udara pada tahun 2008 menyebutkan bahwa kipas mengurangi risiko SIDS pada bayi hingga 70%. Orang-orang juga biasa menggunakan kipas untuk mengusir bau tidak menyenangkan yang dapat membuat kita tetap terjaga di dalam ruangan. 

Lebih hemat listrik ketimbang AC

Di beberapa tempat, banyak orang menggunakan AC untuk mengusir udara panas. Namun, tidak semua orang mau mengeluarkan biaya listrik mahal sehingga lebih memilih kipas angin. Sebuah kipas angin rata-rata hanya membutuhkan daya sekitar 75 watt. Lain halnya jika sebuah ruangan menggunakan AC, ia membutuhkan daya yang lebih besar, perbandingannya bisa mencapai 1:10.

 

Negatif

Menyebabkan mulut kering 

Membiarkan kipas angin tetap menyala menyebabkan kekeringan pada mulut bahkan tenggorokan. Meski begitu, hal ini tidak memiliki konsekuensi berat selama tubuh kita masih cukup air. Namun, bila hal ini dibiasakan dalam jangka panjang, kita bisa saja terkena masalah gusi dan gigi. 

Iritasi sinus 

Iritasi sinus adalah salah satu dampak terpapar oleh kipas angin saat tertidur karena kipas dapat mengeringkan udara di dalam ruangan. Udara kering ini mengiritasi saluran mukosa dalam hidung. Ketika membran ini menjadi terlalu kering, mereka akan mencoba untuk menyelesaikan masalah ini dengan menghasilkan lendir yang pada gilirannya menyebabkan penyumbatan, penumpukan, dan tekanan kuat pada sinus.

Leher kaku 

Leher kaku yang menjengkelkan yang selalu kita dapatkan setiap pagi mungkin terjadi karena membiarkan kipas berjalan saat kita terlelap. Angin sejuk yang dihasilkan kipas dapat menyebabkan otot-otot leher menjadi tegang bahkan keram saat berembus menerpa kulit. Hal inilah yang menyebabkan ketika bangun leher terasa pegal, kaku, atau bahkan bahu seolah bermasalah. 

Masalah asma/alergi 

 

Jika kita menderita asma atau rentan terkena alergi, tidur dengan kipas angin tidak baik karena dapat memperburuk gejalanya. Namun, untuk antisipasi karena kita masih membutuhkannya, bersihkanlah kipas secara berkala.

Source: 9GSleepTight

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600