Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Penggelepan Mobil
Oleh Ananda M Firdaus, pada May 15, 2018 | 18:57 WIB
Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Penggelepan Mobil
Barang bukti penipuan, mobil jenis Toyota Rush. (Ananda M Firdaus/ayobekasi)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelepan mobil jenis Toyota Rush warna putih hingga ditemukan di Pemalang, Sragen, Jawa Tengah. 

Kasus bermula saat tersangka, AF (34) mengajukan kredit mobil ke PT. Sinarmas Hana Finance yang selanjutnya menjadi korban. AF untuk melancarkan pengkreditan memalsukan dokumen gaji dengan mencantumkan besaran Rp10 juta per bulan.

"Masalah penipuan dan penggelepan mobil Toyota Rush yang dimulai dengan tersangka AF (34) ini mengaku bekerja di perusahaan PT Pasaraya Tosersajaya dengan gaji Rp10 juta," tutur Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jairus Saragih, Selasa (15/5/2018). 

Namun selang beberapa waktu, saat ditagih korban, tiba-tiba AF macet membayar kredit mobil. Akhirnya dilakukan pengecekan ke tempat AF bekerja, dan ditemukan gaji AF sebenarnya hanya Rp4 juta. 

Lalu korban mencoba menarik mobil, namun AF mengaku telah mengoper kreditkannya kepada seseorang bernama Ita dengan menerima DP sebesar Rp30 juta. Setelah dilakukan cek ulang Ita sendiri mengaku tidak melanjutkan pencicilan, sehingga mobil tidak ditangannya.

Karena merasa dirugikan, tanpa seizin korban AF telah melakukan oper kredit dan menghilangkan kendaraan, akhirnya korban melaporkan pada kepolisian. 

"Mobil itu ketika ditelusuri, BPKB nya sudah di duplikatkan di samsat polda Metro Jaya dengan laporan kehilangan. Penyidik berangkat ke sana dikatakan bahwa duplikat yang ada di finance sudah ada duplikat yang baru."

"Lalu kita selidiki mobil itu ternyata ada di Pemalang, Sragen, yang dibeli dari salah satu showroom oleh yang namanya Suyadi seorang PNS seharga Rp169 juta. Mobil itu kita sita dan bawa ke sini sebagai barang bukti," jelas Jairus. 

Kepolisian baru menangkap dan menetapkan AF sebagai tersangka. Dia dijerat dengan tindak pidana penipuan dan penggelepan, serta melanggar undang-undang fidusia karena merugikan korban hingga Rp143 juta. 

Kepolisian sendiri masih menelusuri kemungkinan pelaku lainnya yang telah menjual mobil ke showroom, berikut orang yang melaporkan kehilangan kendaraan ke Polda Metro Jaya. 

"Kita akan telusuri lagi, karena laporan Polda Metro Jaya hal seperti ini banyak. Jadi dari kasus ini kita akan kembangkan lagi," tutup Jairus. 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600