Belasungkawa Korban Terorisme, Kepolisian dan Warga Lintas Agama Gelar Doa Bersama
Oleh Ananda M Firdaus, pada May 16, 2018 | 06:21 WIB
Belasungkawa Korban Terorisme, Kepolisian dan Warga Lintas Agama Gelar Doa Bersama
Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko memberikan sambutan dalam acara doa bersama untuk para korban tragedi terorisme di Mapolrestro Bekasi Kota, Selasa (15/5). (Ananda Firdaus/ayobekasi)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota bersama puluhan warga Kota Bekasi lintas agama menggelar doa untuk para korban tragedi terorisme yang menimpa tanah air beberapa waktu lalu. 

Bertempat di lapangan parkir Polres Metro Bekasi Kota, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, agenda diawali oleh sambutan dari Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko, dilanjut sambutan tokoh lainnya, dan diakhiri doa yang dipimpin secara bergantian oleh pemuka agama asal Katolik, Kristen, Budha, dan Islam. 

"Ini merupakan aksi solidaritas warga Kota Bekasi. Dalam hal ini mereka mendukung aparat kepolisian dan lainnya untuk memberantas masalah terorisme. Kemudian mereka turut berduka cita atas musibah yang dialami terhadap anggota kepolisian, juga masyarakat yang menjadi korban aksi terorisme," kata Wijonarko, Selasa (15/5/2018). 

Wijonarko sangat mengapresiasi kepedulian warga lewat acara ini. Dia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa percaya pada masyarakat untuk tidak takut terhadap terorisme.

"Kemudian melawan aksi terorisme, sehingga ini dukungan bagi kami pihak kepolisian maupun aparat lainnya," ujar Wijonarko. 

Cara Melawan Terorisme oleh Warga 

Dalam agenda tersebut, Wijonarko juga menitipkan sejumlah pesan tentang upaya melawan radikalisme. Dia menjelaskan tentang bagaimana warga dapat berperan nantinya. 

"Pertama masyarakat tidak boleh takut, tidak boleh menganggap situasi ini mencekam, tetap jalani kegiatan seperti biasa," kata Wijonarko. 

Kemudian, lanjutnya, masyarakat juga diharapkan tidak menyebarluaskan informasi-informasi terkait aksi teror yang tersebar di media sosial. Sebab, salah satu tujuan aksi terorisme adalah mencuri simpati publik.

Selanjutnya, ketika menemukan informasi sekecil apapun dan hal tersebut terindikasi mendukung gerakan terorisme untuk segera melaporkan pada aparat kepolisian maupun aparat lainnya agar dapat ditindaklanjuti.

"Terakhir tolong antisipasi lingkungannya. Pertama lingkungan terkecil yakni dalam keluarga, kemudian lingkungan sekitarnya, kemudian memberikan pemahaman terkait aksi terorisme bahwa tidak ada agama satupun yang membenarkan aksi terorisme tersebut," pungkas Wijonarko. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi