Cara Jasa Marga Atasi Kemacetan Akibat Pembayaran Nontunai di Gerbang Tol
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jun 05, 2018 | 15:07 WIB
Cara Jasa Marga Atasi Kemacetan Akibat Pembayaran Nontunai di Gerbang Tol
General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman. (Ananda Firdaus/ayobekasi)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET--PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek (Japek) menyebutkan bahwa pembayaran tol nontunai atau cashless menjadi tantangan pihaknya dalam mudik Lebaran 2018.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Japek, Raddy R Lukman mengatakan, mekanisme pembayaran nontunai telah diterapkan 100% di seluruh tol. Yang diperlukan saat ini adalah antisipasi untuk mengurai kemacetan saat proses transaksi berjalan.

"Kami enggak tahu semua pemudik rutin menggunakan tol, (tetapi potensi digunakan saat mudik), jadi harus kami siapkan itu," kata Raddy, Selasa (5/6/2018).

Raddy menyebutkan, untuk mengantisipasi lonjakan pengguna tol yang menyebabkan kepadatan proses pembayaran di gerbang-gerbang tol, pihaknya menyediakan alat  bernama mobile reader yang disertai petugas penjemput pembayaran. 

"Pada saat gardu tol terganggu karena ada orang yang enggak bawa tunai, kami bisa gunakan mobile reader. Jadi kami jemput pengguna jalannya untuk typing di situ, dan ini bisa mendongkrak kapasitas (kecepatan pelayanan) gerbang 35-40%," kata Raddy.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan antisipasi dengan menambah tempat-tempat untuk melakukan proses top up di dalam ruas tol dan di setiap gerbangnya.

"Ada perbantuan dari bank-bank di setiap TI-TI (tempat-tempat istirahat) besar. Di sana tersedia mobil layanan gerak untuk beli kartu perdana yang bisa top up. Lokasinya ada di TI KM 19, KM 39, KM 57, dan tambahan di TI kecil di KM 33," beber Raddy. 

Raddy menambahkan, kendati kepadatan tol diprediksi meningkat, pihaknya cukup yakin arus akan lancar, khususnya pada gerbang tol. Sebagai gambaran, beberapa gerbang tol pada mudik 2017 di ruas tol Japek tidak dipergunakan semuanya.

"Dari arah Cikarut, kami punya 20 gardu, artinya kapasitas hampir 10.000 per jam, lebih besar daripada lajurnya, tapi tahun lalu enggak ada masalah. Dari 20 gardu yang disiapkan tahun lalu, hanya 16 digunakan antrean, lalu gardu keluarnya tahun lalu ada 31, sekarang digunakan 28, karena tahun lalu juga antrean tidak lebih dari 15, artinya kapasitas gerbang sangat bagus," terang Raddy memungkasi.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600