Kendaraan Bertonase Besar Diimbau Tidak Memasuki Tol Saat Arus Mudik
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jun 05, 2018 | 18:48 WIB
Kendaraan Bertonase Besar Diimbau Tidak Memasuki Tol Saat Arus Mudik
Ilustrasi arus mudik Lebaran. (Satrio Iman/AyoMedia)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET—PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek mengimbau agar kendaraan bertonase besar tidak menggunakan ruas jalan tol saat arus mudik maupun arus balik Lebaran 2018. 

General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman menjelaskan, kendaraan bertonase besar seperti truk pengangkut barang memicu perlambatan kecepatan rata-rata bagi kendaraan pemudik. 

"Kalau kita lihat tahun lalu, naiknya traffic 60% itu tidak terlalu bermasalah kalau golongan I semua, tapi kalau ada truk di mana manuvernya rendah itu bermasalah," kata Raddy, Selasa (5/6/2018). 

Berdasarkan prediksinya, masyarakat otomatis akan lebih banyak memasuki tol dibanding tahun sebelumnya. 

"Terkoneksinya tol dari Jakarta sampai Surabaya itu relatif akan meningkatkan animo masyarakat untuk menggunakan tol. Itu juga potensi masalah kepadatan, khususnya pada hari-hari tertentu," tambah Raddy. 

Dengan tambahan libur Lebaran tahun 2018, prediksi puncak arus pun bergeser menjadi H-6. Terlebih karena sistem pembatasan kendaraan bertonase besar yang berbarengan dengan sistem ganjil genap saat itu diliburkan otomatis perlu adanya sistem baru.

Raddy berharap agar larangan truk memasuki tol dapat diterapkan. Pihaknya berencana mencanangkan aturan itu pada H-8 sampai H+8 libur Lebaran.

"Di luar itu ada imbauan Kadishub Jawa Barat yang meminta truk tidak beredar H-7 sampai H+7. Kalau itu efektif artinya bisa memangkas puncak kepadatan arus," pungkas Raddy. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600