Jalur Mudik Bekasi Diramaikan Rengrengan Bajaj
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jun 13, 2018 | 08:07 WIB
Jalur Mudik Bekasi Diramaikan Rengrengan Bajaj
Sejumlah bajaj yang dipergunakan untuk pulang kampung saat terparkir di bilangan Jalan Mayor Hasibuan, Kota Bekasi, Rabu (13/6/2018) dini hari. (Ananda M Firdaus/yobekasi)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET--Jalur mudik di Kota Bekasi diramaikan oleh para pemudik dengan menggunakan kendaraan bajaj, Rabu (13/6/2018) dini hari.

Salah seorang sopir Bajaj, Suwardi (63) mengaku berangkat bersama rekan-rekan seprofesi dan sepangkalan dari daerah Cipete, Jakarta Selatan.

"Rombongan dari daerah Cipete sama yang lain, kalau saya mau ke Solo," katanya ditemui ayobekasi.net saat berisitirahat di bilangan Jalan Mayor Hasibuan. 

Menurut Suwardi, mudik dengan bajaj lebih hemat biaya kepalang menggunakan sarana transportasi umum lainnya. Dengan begitu, dia bisa memangkas biaya dan uang selebihnya yang ia kantongi dapat dipergunakan untuk kebutuhan lainnya di perjalanan. 

"Pakai umum bisa Rp600.000 PP. Kalau pakai bajaj Rp400.000 cukup,"  terangnya. 

Sama seperti Suwardi, Tisno (65) merasa lebih hemat biaya bila menggunakan bajaj. Malahan Tisno mengaku mudik dengan bajaj telah dia lakukan sejak pertama berprofesi sebagai sopir beroda tiga tersebut.

"Dari bajaj saya catnya masih merah, dari tahun 80-an sampai sekarang enak pakai bajaj," kata Tisno yang mengaku akan pulang ke Tegal ini. 

Kecepatan bajaj yang terhitung pelan menjadikan waktu tempuh ke kampung halaman lebih lama. Meski begitu, Suwardi dan Tisno merasa lebih nyaman dan aman menggunakan bajaj. 

Mereka mengatakan, setidaknya bermudik dengan kendaraan yang menjadi sarana mata pencahariannya tersebut menjadi bukti kecintaan akan profesi. 

"Kalau ditinggalin di Jakarta, kasihan (bajaj-nya)," guyon Suwardi.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600