Presiden Pertama Negara Luar Angkasa Asgardia
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jul 05, 2018 | 09:57 WIB
Presiden Pertama Negara Luar Angkasa Asgardia
Asgardia. (asgardia.space)

RAWALUMBU, AYOBEKASI.NET--Pengusaha Rusia, Igor Ashurbeyli diresmikan sebagai kepala negara pertama Asgardia --negara bangsa pertama di antariksa -- pada upacara mewah di Hofburg Palace, Wina bekas kediaman kaisar Habsburg, Austria, pekan lalu.

Dilansir dari Slate, Igor mengungkapkan alasan umat manusia mesti tinggal dalam sebuah neara yang dibangun di luar angkasa.

"Selama ribuan tahun, umat manusia belum mampu mengelola masalahnya sendiri di Bumi. Negara dibagi oleh perbatasan dan pertempuran di antara mereka sendiri. Jadi waktunya telah tiba untuk memecahkan masalah dari luar angkasa," kata Igor. 

Tentang konsep negara pada Asgardia, sama halnya seperti negara-negara di muka bumi yang menampung umat manusia, tapi Asgardia dapat menampung kapasitas penghuni tanpa batas karena dibangun di tengah ruang antariksa yang tanpa batas sehingga dapat menghindari konflik.

"Ruang tidak terbatas, oleh karena itu peluang untuk pertumbuhan dan penelitian juga tidak terbatas. Itu menuntut seluruh umat manusia untuk bersatu. Oleh karena itu, semboyan nasional kita adalah “Satu Kemanusiaan, Satu Kesatuan.” Kesatuan semacam ini tidak mungkin terjadi di Bumi, karena di Bumi umat manusia dipisahkan oleh perbatasan buatan — oleh batas-batas politik, oleh batas-batas agama. Di Asgardia, semua manusia bersatu," ujar Igor. 

Untuk sekarang, Igor di Asgardia berjuang untuk dapat menampung populasi manusia hingga 150 juta orang. Untuk melanggengkan rencana tersebut, selain mengaku telah mendanai proyek ini, Igor mengatakan akan ada pembentukan unit pemerintahan Asgardia. 

"Pada akhir tahun ini, pemerintah akan dibentuk dan parlemen akan dibentuk, dan mereka akan menentukan kebijakan keuangan Asgardia. Anggaran tersebut akan disetujui oleh parlemen pada bulan September untuk tahun berikutnya," kata Igor. 

Selain itu, Igor mengaku telah membuat hubungan dengan perwakilan pemerintah-pemerintah negara lainnya perihal pembentukan Asgardia, kendati belum ada langkah diplomatik hingga dibentuknya Kementerian Luar Negeri Asgardia. 

"Kami memiliki sekitar 16 koneksi informal yang sekarang akan ditindaklanjuti secara resmi. Kami berharap memiliki perjanjian formal dalam jangka waktu enam bulan. Para duta dari 20 negara hadir di pelantikan. Proses formal akan dimulai setelah kementerian luar negeri terbentuk," lanjut Igor.

Selanjutnya, untuk mempercepat pengakuan pemerintah dunia, Asgardia akan didaftarkan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. "Tahap pertama sebelum mendaftar ke PBB adalah perjanjian bilateral dengan negara lain," pungkasnya.

Rencana untuk Asgardia pertama kali diumumkan pada tahun 2016, lebih dari 200.000 orang telah mendaftar untuk menjadi warga negara di situs web negara tersebut. Tahun lalu, Igor meluncurkan satelit pertamanya yang menyimpan data tentang konstitusi dan warga negara ke orbit.

Source: Slate

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600