Pleno Penetapan Pemenang Pilwalkot Bekasi Diundur
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jul 10, 2018 | 10:09 WIB
Pleno Penetapan Pemenang Pilwalkot Bekasi Diundur
Ilustrasi pilkada. (Satrio/ayobandung)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET--Rencana pelaksanaan Rapat Pleno Penetapan Pemenang pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Bekasi pada 9-10 Juli terpaksa diundur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi. 

Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, mengungkapkan hal ini lantaran adanya gugatan Pilkada Kota Bekasi oleh Tim Advokasi pasangan calon Nur Supriyanto dan Adhi Firdaus (NF) yang dilayangkan pada Mahkamah Konstitusi (MK), Sabtu (7/7/2018).

"Jadi karena gugatan tim NF pada MK Sabtu kemarin, kemungkinan penetapan untuk Kota Bekasi dilakukan paling lambat tiga hari setelah tanggal 23 Juli, itu pun dengan syarat bila tidak ada gugatan lagi," beber Nurul, Selasa (10/7). 

Dijelaskan oleh Nurul, pada tanggal 23 Juli 2018 adalah hari dimana Kepaniteraan MK meregistrasi semua permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) ke dalam Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) untuk Perkara PHP.

Setelah itu, Kepaniteraan MK akan menyampaikan surat kepada KPU pusat bahwa permohonan PHP yang diajukan adalah sekian permohonan dengan rincian daerah a, b, c, dan seterusnya. 

Lalu KPU pusat akan menyampaikan atau meneruskan kepada KPU Provinsi/KIP (Komisi Pemilihan Independen) dan KPU/KIP Kabupaten/Kota. Dengan dasar Surat MK tersebut, daerah tanpa permohonan PHP ke MK, menetapkan paslon terpilih.

"Hal ini sesuai dengan surat edaran Mendagri terkait pengusulan pengesahan dan pelantikan Kepala Daerah Terpilih yang salah satu dokumennya adalah Surat Keterangan Tidak ada Permohonan PHP di MK," lanjutnya. 

Tahapan pilkada tentang penetapan Paslon terpilih mengikuti jadwal MK, dengan demikian KPU baru bisa menetapkan pasangan calon terpilih setelah MK melakukan registrasi PHP pada tgl 23 juli 2018 tersebut. 

Bila tidak ada gugatan, paling lambat tiga hari setelahnya dilakukan penetapan. Sedangkan bila ada gugatan, maka menunggu keputusan MK kembali. 

"MK memutus perkara PHP maksimal 14 hari setelah registrasi perkara. KPU menetapkan paslon terpilih pasca putusan MK paling lambat tiga hari setelah menerima salinan putusan MK," pungkas Nurul. 

Sebagai tambahan, pad rapat pleno rekapitulasi suara yang dilaksanakan 5 Juli kemarin, paslon nomor urut satu, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahyono unggul 
dengan meraup suara hingga 697.634 suara. Sementara paslon NF mendapatkan 335.900 suara. 

Dari total 1.525.293 hak pilih, surat suara yang digunakan sebanyak 1.057.331 suara. Sementara suara sah masuk sebanyak 1.033.534, dan suara tidak sah sebanyak 23.797 suara.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha NMax