Kota Patriot Mulai Diserbu Penjual Bendera Merah Putih
Oleh Ananda M Firdaus, pada Jul 29, 2018 | 09:45 WIB
Kota Patriot Mulai Diserbu Penjual Bendera Merah Putih
Mukti Ali dan seorang penjual lainnya tengah berbenah untuk menjajakan bendera yang akan dijual, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Minggu (29/7). (Ananda Muhammad/Ayobekasi.net)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET -- Mendekati bulan Agustus, suasana menyambut kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa. Di Bekasi, hal tersebut mulai terlihat dengan adanya para penjual bendera merah putih yang mulai menjajakan barang jualannya di sejumlah ruas jalan.

Rahmat (37) salah satunya. Pria asal Subang ini sengaja pergi jauh dari rumah untuk meraup untung hari kemerdekaan Indonesia ke-73 ini.

"Sudah empat hari, dari Kamis kemarin (mulai berjualan) udah disini," akunya saat menjaga barang yang dijualnya di bilangan Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Minggu (29/7/2018). 

Rahmat bersama keempat rekannya yang sama-sama dari Kabupaten Subang berjualan bendera khusus di wilayah Kota Bekasi. Rahmat mengaku sudah melaloni profesi ini dua kali. 

"Pertama tahun 2014, sempat berhenti dua tahun, kan, kerja di Malaysia. Sekarang udah berhenti, jadi lanjut lagi jual bendera," katanya. 

Rahmat bersama rekan-rekannya secara terpisah berjualan dengan berbagi wilayah. Mereka mendapatkan barang dari sang bos, Mukti Ali (65) yang mana mengkoordinir penjualan di wilayah Kota Bekasi juga daerah-daerah lain.

Mukti Ali sendiri mengaku telah menjajakan bendera kurang lebih 20 tahun lamanya. Dia telah banyak merasakan asam garam penjualan bendera, dari mulai membuat sendiri bendera di konvensi hingga menyebarkannya ke daerah-daerah khususnya ibukota. "Mulai Jakarta, Bekasi, Cikarang, Depok, sampai Tanggerang," katanya. 

Dia sendiri mengaku, barang yang disediakannya banyak diambil para penjual-penjual lainnya. Tak kurang, saat musimnya, Mukti menyediakan 150 ribu bendera dengan berbagai jenis, juga tiang penyangganya. 

"Karena sudah puluhan tahun melakoni profesi ini, jadi banyak yang percaya, banyak yang pesan ke saya," ujarnya.
Bendera-bendera yang dijajakan oleh Mukti dan para anak buahnya antara lain bendera dengan ukuran kecil untuk dipajang pada kendaraan, cetakan bendera bentuk persegi panjang dengan berbagai ukuran, bendera bandir atau bendera hias, umbul-umbul, berikut tiang penyangga bendera. 

Tiap barangnya Mukti patok dengan harga berbeda. Yang termurah, yakni bendera kecil untuk pajangan dihargai Rp7.000-Rp10.000, sementara yang termahal yakni bendera bandir dengan harga Rp350.000-Rp500.000.

"Keuntungan dari harga penjualan bisa sampai tiga kali lipat dari modal," ungkapnya. 

Kata Mukti, musim penjualan bendera sendiri hanya sebentar. Dia pribadi telah menginap di Bekasi sejak tanggal 25 Juli kemarin, dan akan mengakhiri waktu berjualan pada 19 Agustus mendatang.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600