Genjot Pendapatan Pajak, Pemkot Bekasi Hapuskan Denda PBB
Oleh Ananda M Firdaus, pada Oct 03, 2018 | 09:26 WIB
Genjot Pendapatan Pajak, Pemkot Bekasi Hapuskan Denda PBB
Loket Pembayaran PBB di Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi. (Ananda Muhammad/ayobekasi)

MEDAN SATRIA, AYOBEKASI.NET -- Sekitar 406.000 wajib pajak dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Bekasi menunggak iuran dengan piutang sebesar Rp439 miliar dan belum termasuk denda 2%. Kewajiban tersebut diketahui sudah jatuh tempo pada 10 September 2018 lalu. 

Untuk mengenjot pendapatan pajak PBB, Pemerintah Kota Bekasi menghapus denda piutang PBB Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 48 Tahun 2018 tentang Penghapusan Sanksi Administrasi Piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.

"DKI Jakarta juga melakukan (penghapusan denda PBB), jadi kewajiban pokoknya tahun 2016-2018 itu tetap ada, hanya dendanya saja yang dihapus," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Medan Satria, Kota Bekasi, Selasa (2/10/2018). 

Penghapusan denda yang dilakukan adalah salah satu upaya pemerintah mencapai target pendapatan daerah 2018. Hal ini diharapkan menjadi motivasi masyarakat memenuhi kewajiban pajak di sektor PBB. Adapun masa penghapusan denda berlaku sejak tanggal 1 Oktober 2018 sampai dengan 31 Desember 2018.

Dijelaskannya, target perolehan PBB di APBD 2018 murni adalah sebesar Rp340 miliar. Realisasi perolehan target tersebut hingga saat ini sebesar Rp274 miliar atau sekitar 86,7%. Kemudian dalam penyusunan APBD-Perubahan, pemerintah menaikan target PBB hingga Rp 465 miliar.

Target-target tersebut, lanjutnya, mampu menutup kekurangan pendapatan daerah lantaran kurang optimal kinerja aparatur saat masa transisi kepala daerah pada momen Pilkada 2018. 

"Pokoknya (piutang) sekarang itu sebesar Rp439 miliar. Kita ambil umpanyanya 40-50% saja dari sana, kan, lumayan untuk menutup turbulensi pemerintahan kemarin. Jadi kalau dilihat sampai saat ini upaya dan progres penarikannya sudah sangat luar biasa," pungkasnya. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi