Grup Medsos Bocah SMP di Bekasi Berisi Konten Porno dan Tawuran
Oleh Ananda M Firdaus, pada Oct 10, 2018 | 20:30 WIB
Grup Medsos Bocah SMP di Bekasi Berisi Konten Porno dan Tawuran
(Ilustrasi Pixabay)
AYO BACA : Pepen Terima Predikat Bapak Perlindungan Anak Indonesia

AYO BACA : Bocah Korban Teman Ibu, KPAI: Jangan Tempatkan Anak Diposisi Tidak Aman

TAMBUN SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Publik sempat dihebohkan oleh grup penyuka sesama jenis gay antar pelajar SMP dan SMA lewat media sosial platform Facebook di Garut, Jawa Barat. Kemunculan grup tersebut hampir bersamaan dengan kasus yang terjadi di Kabupaten Bekasi, yakni grup medsos berisi konten-konten porno dan tawuran yang beranggotakan para pelajar salah satu SMP di Cikarang Selatan.
 
Komisioner KPAI Kabupaten Bekasi, Muhammad Rojak, membenarkan hal tersebut. Grup itu berplatform whatsapp dengan anggota 24 orang, terdiri dari 10 pelajar perempuan dan 14 orang pelajar laki-laki kelas 3 SMP. 
 
Diketahui, grup itu dibuat pada bulan September setelah KPAI bertemu dengan pihak sekolah yang lebih awal menemukannya lewat razia kepemilikan telepon genggam pada satu siswa yang menjadi anggota grup. 
 
"Grupnya namanya All Star. Di dalamnya ada temuan konten porno sebanyak 42 video porno, lalu ada gambar-gambar yang tidak menutup aurat, lalu ada foto seorang guru yang bagian dahi digambar dengan alat kelamin," ungkapnya, Rabu (10/10/2018).
 
Yang membuatnya terheran-heran, di dalam grup para siswa yang rata-rata berumur 15 tahun tersebut terdapat pesan saling mengajak berhubungan badan, lalu pesan-pesan tentang tawuran. "Kita temukan juga ada salah satu anak yang berfoto menggunakan senjata tajam," katanya.
 
Setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan KPAI, tiga siswa yang tergabung dalam grup dipindah sekolah lantaran kerap melakukan provokasi dan dianggap pembuat onar. Kemudian satu siswa memutuskan untuk keluar dari sekolah. 
 
"20 orang sisanya  dalam pengawasan guru BK, jadi setiap pagi mereka diminta untuk absensi, lalu diberikan pengarahan untuk salat duha, salat zuhur berjamaah, sampai ashar pun mereka berjamaah. setelah ashar diberikan pengetahuan-pengetahuan seputar agama," imbuhnya. 
 
Dia berharap kejadian serupa tidak terjadi di kalangan pelajar. Dia pun mengimbau para orangtua membimbing anaknya sebaik mungkin dan dapat mengawasi pola pergaulannya, termasuk gawai yang diberikan untuk sang anak. 
 
"Kita imbau kepada orangtua tentang pengawasan kepada anak dalam menggunakan handphone (HP). HP juga yang biasa dikunci diusahakan bisa diketahui oleh orangtua sehingga bisa diperiksa. Jangan segan untuk menanyakan isi HP tersebut, karena ini untuk kebaikan bersama," pungkasnya.

AYO BACA : KPAI Imbau Orangtua Tidak Bawa Anak dalam Politik Praktis

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600