Buntut Beredarnya Grup WA SMP Berkonten Porno, Disdik Keluarkan Surat Edaran
Oleh Ananda M Firdaus, pada Oct 11, 2018 | 08:50 WIB
Buntut Beredarnya Grup WA SMP Berkonten Porno, Disdik Keluarkan Surat Edaran
Ilustrasi whatsapp.

CIKARANG PUSAT, AYOBEKASI.NET -- Kabar heboh ditemukannya sebuah grup whatsapp berisikan konten porno dan konten bernada kekerasan dengan beranggotakan para pelajar salah satu SMP di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, membuat prihatin banyak pihak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Supratman, mengaku prihatin dan malu atas kejadian tersebut. 

"Kita juga kaget sebenarnya, kita juga enggak nyangka anak-anak kita bisa kayak gitu," ujar Supratman melalui sambungan telepon, Rabu (10/10/2018). 

Setelah terciduknya grup All Stars oleh pihak sekolah dan dibantu ditangani oleh pihak KPAI Kabupaten Bekasi awal Oktober kemarin, langsung mengirimkan surat edaran ke sekolah-sekolah. 

"Sudah (edaran), saya minta pihak sekolah mengawasi penggunaannya (gawai siswa), kemudian mengumpulkan orang tua untuk mengingatkan akan peristiwa ini," katanya.

Diketahui anggota grup tersebut berjumlah 24 orang, terdiri atas 10 orang siswi dan 14 orang siswa. Pasca ditangani KPAI, tiga siswa yang tergabung dalam grup dipindah sekolah lantaran kerap melakukan provokasi dan dianggap pembuat onar. Kemudian satu siswa  memutuskan untuk keluar dari sekolah. 

Kemudian 20 siswa lainnya, dalam pengawasan guru BK. Setiap pagi mereka diminta untuk absensi, lalu diberikan pengarahan untuk melaksanakan salat duha, salat zuhur dan ashar berjamaah. Setelahnya mereka diberikan pengetahuan seputar agama. Hal ini dinilai menguatkan mentalitas para pelajar, alih-alih terbenahi perilakunya. 

Adapun surat edaran yang dikirim Dinas Pendidikan tidak hanya tertuju pada SMP, namun sekolah-sekolah tingkat SD juga turut diimbau. Berikut isi suratnya.

Dalam rangka mencegah dampak negatif penggunaan ponsel melalui media sosial (WhatsApp, Facebook, dll) di kalangan siswa-siswi jenjang SD dan SMP, dengan ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mengimbau kepada bapak ibu kepala sekolah SD dan SMP negeri atau swasta se-Kabupaten Bekasi agar:
1. Melakukan pengawasan dalam penggunaan ponsel di lingkungan sekolah secara terus menerus.
2. Tidak digunakan atau diaktifkan pada saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.
3. Sekolah mengimbau kepada orang tua atau wali murid agar selalu mengawasi penggunaan ponsel putra-putrinya pada saat di luar lingkungan sekolah (rumah).
4. Apabila ada siswa-siswi dalam penggunaan ponsel yang mengarah kepada unsur pidana moral maupun pelanggaran Undang-undang ITE agar penanganannya dikonsultasikan kepada pihak kepolisian.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi