Lalai Kewajiban, Truk Sampah Jakarta Ditahan Petugas Dishub Bekasi
Oleh Ananda M Firdaus, pada Oct 18, 2018 | 08:45 WIB
Lalai Kewajiban, Truk Sampah Jakarta Ditahan Petugas Dishub Bekasi
Truk sampah asal DKI Jakarta yang dihentikan petugas dishub Kota Bekasi. (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengentikan puluhan truk pengangkut sampah asal DKI Jakarta yang hendak memasuki Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Truk-truk sampah tersebut dihentikan aparat Dishub Kota Bekasi di depan pusat perbelanjaan Mega Bekasi Hyper Mal, Jalan Ahmad Yani, lalu ditahan di sekitar Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.

Penghentian tersebut dilakukan sejak kemarin, Rabu (18/10/2018) dengan alasan ketidakjelasan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi sebagai pemilik lahan TPST Bantargebang

"Karena Pemprov DKI Jakarta tidak ada kejelasan soal perjanjian kerja sama kemitraan dengan Kota Bekasi," ujar Kepala Dishub Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Kamis (18/10/2018). Salah satunya masalah pemanfaatan lahan TPST Bantargebang yang menampung sampah hingga 7.000 ton setiap harinya. 

Para petugas mendapatkan arahan menghentikan operasional truk, salah satunya dengan mengecek kelengkapan-kelengkapan kendaraan. Razia ini dilakukan Dishub mulai pukul 08.00 WIB-11.00 WIB. 

41 Usulan Kemitraan Diajukan 
Dalam suatu kesempatan, Pemerintah Kota Bekasi, melalui Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyebutkan pihaknya mengajukan 41 usulan kemitraan kepada Pemrov DKI serta beberapa usulan mengenai kompensasi yang belum direalisasikan sepenuhnya oleh Pemprov DKI. 

"Saya perintahkan Dinas Lingkungan Hidup segera berkomunikasi ke Pemrov DKI terkait usulan-usulan tersebut, mengingat semua usukan merupakan kepentingan bagi warga Kota Bekasi, khususnya yang berada di Kecamatan Bantargebang," ujarnya, Senin (15/10). 

Salah satunya yang menjadi kebutuhan warga setempat adalah pembangunan sumur artesis untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di sekitar TPST Bantargebang. 
Rahmat menjelaskan, pembangunan sumur yang terletak di Kelurahan Sumur Batu, Ciketing, dan Cikiwul tersebut membutuhkan alokasi dana sebesar Rp25 miliar. Sumur tersebut akan disambungkan ke 2.000 jaringan pipa dengan kedalaman mencapai 200 meter.

"Untuk itu kita akan terus bekerja keras agar apa yang diharapkan warga Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang dapat terealiasasikan," pungkasnya. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Bekasi mengklaim, kemitraannya dengan Pemprov DKI Jakarta terjaga dengan sangat baik. Mereka mengucurkan dana hibah kemitraan, antara lain ditujukan untuk pembangunan infrastruktur, selain memberikan uang kompensasi bau kepada warga. 

Sejumlah pembangunan fisik di antaranya jembatan Jatiwaringin, flyover Rawapanjang dan Cipendawa, dan lainnya. Setiap tahun nilai yang dikucurkan mencapai Rp 200 miliar lebih.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha NMax