Pagar Proyek Meikarta Dirobohkan, Bagaimana Kelangsungan Pembangunan?
Oleh Ananda M Firdaus, pada Oct 19, 2018 | 11:16 WIB
Pagar Proyek Meikarta Dirobohkan, Bagaimana Kelangsungan Pembangunan?
Pagar seng disekeliling proyek Meikarta tampak dirobohkan, diakui untuk keperluan kontruksi, Jalan Science Boulevard, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (19/10/2018). (ayobekasi.net/Ananda MF)

AYO BACA : Digelandang KPK, Ternyata Neneng Sedang Hamil Anak Keempat

CIKARANG SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng menjadi tersangka dugaan kasus suap izin proyek Meikarta. Nama Neneng dicatut setelah penahanan sejumlah bawahannya dalam kasus yang sama oleh KPK, Senin (15/10/2018).

Usai terbongkarnya kasus, di lokasi pembangunan Meikarta, Jalan Science Boulevard, Cikarang Selatan, tampak pagar-pagar seng sekeliling proyek dibongkar rata dengan tanah. Terang seorang pekerja yang enggan disebut namanya, pembongkaran telah dilakukan sejak beberapa hari lalu.

"Udah dari kemarin-kemarin kalau bongkar seng," kata seorang pekerja, Jumat (19/10/2018).

Menurutnya, total pembongkaran seng dilakukan kurang lebih sepanjang 80 ribu meter. Mengenai maksud pembongkaran, dirinya mengatakan hal ini untuk keperluan kontruksi, yakni pembuatan taman trotoar.

"Buat taman yang biasa di pinggir trotoar," ujarnya.

Aktivitas di sekeliling proyek Meikarta tampak berjalan. Para pekerja tampak pula berlalu lalang, meskipun tidak cukup banyak terlihat.

Melansir CNBC News, Kamis (18/10), pekerjaan proyek Meikarta akan tetap berjalan meski tersangkut kasus suap Bupati Bekasi. Hal tersebut ditegaskan Kuasa Hukum PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU), Denny Indrayana. PT MSU sendiri merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. sebagai penggarap proyek Meikarta.

"Bahwa sebagaimana dapat dipahami secara hukum, dan sejalan dengan keterangan KPK, proses hukum yang saat ini berlangsung di KPK adalah hal yang terpisah dan berbeda dengan proses pembangunan yang masih berjalan di Meikarta," kata Denny.

Karena itu, lanjut Denny, PT MSU dapat meneruskan pembangunan yang telah dan masih berjalan sesuai dengan komitmen yang sudah disepakati dengan pembeli.

"Kami juga akan tetap menghormati dan terus bekerjasama dengan KPK, untuk menuntaskan proses hukum yang sekarang masih berlangsung," ujarnya.

AYO BACA : Penempelan Stiker Rumah Penunggak Pajak Summarecon

Editor : Rizma Riyandi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha NMax