KPK Ragu Suap Meikarta dari Duit Pribadi
pada Nov 02, 2018 | 10:17 WIB
KPK Ragu Suap Meikarta dari Duit Pribadi
KPK

JAKARTA, AYOBEKASI.NET--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut perkara suap izin proyek Meikarta di Bekasi, Jawa Barat. 

Dalam perkara itu, penyidik mulai mendalami uang suap yang diterima Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin bersama anak buahnya.    

Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, pihaknya tak yakin uang sebesar Rp 7 miliar yang diberikan Direktorat Operasional Lippo Group Billy Sindoro berasal dari kantong pribadi.    
"Rasa-rasanya kalau untuk urusan perusahaan enggak mungkin kan keluar dari kantong pribadi," kata Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).    

Alexander mengatakan, uang yang diberikan Billy itu diduga sebagai pemulus izin proyek pembangunan Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Meikarta adalah proyek milik Lippo Group, yang dikerjakan lini bisnisnya PT Mahkota Sentosa Utama.    

"Secara logika saja, kalau saya sebagai pengurus, sebagai satu perusahaan dan bekerja atas nama dan kepentingan perusahaan, ya saya enggak mau lah keluar dari kantong sendiri, kan seperti itu," imbuh dia.    

Namun, pihaknya tak bisa begitu saja menuduh uang itu berasal dari mana. Harus ada penyidikan lebih dalam.    

“Dari mana uangnya, itu nanti pasti didalami, ditanyakan, digali informasi itu di penyidik," kata Alex.    

Sebelumnya KPK telah memanggil beberapa petinggi Lippo Group seperti Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus, Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool.    

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Billy dan Neneng sebagai tersangka. Selain itu KPK juga menetapkan tujuh tersangka lainnya, yang berasal dari Pemkab Bekasi dan pejabat Lippo Group.     Neneng dan anak buahnya itu diduga menerima suap Rp 7 miliar dari Billy. 

Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp 13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.  

Source: JPNN/Cyber Indonesia Network

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha NMax