Pondok Sedekah Salurkan Bantuan 15 Ton Logistik Korban Gempa Sulawesi
Oleh Ananda M Firdaus, pada Nov 06, 2018 | 12:40 WIB
Pondok Sedekah Salurkan Bantuan 15 Ton Logistik Korban Gempa Sulawesi
Pelepasan bantuan dari Pondok Sedekah Indonesia untuk korban gempa Sulawesi Tengah, Summarecon Bekasi, Bekasi Utara, Selasa (6/11/2018). (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

BEKASI UTARA, AYOBEKASI.NET -- Selang sebulan sudah peristiwa gempa di bumi Sulawesi terjadi. Namun para korban, baik di Palu, Donggala, dan Sigi masih membutuhkan uluran segenap pihak.

Disaster Management Programm Pondok Sedekah Indonesia, Anton Budi Purnomo, menyebutkan korban yang berjatuhan amat banyak. Belum lagi pengungsi yang memerlukan bantuan agar bertahan hidup hingga stabil.

"Hingga data yang membuat kita miris menulis bahwa korban meninggal dunia telah mencapai 2.095 jiwa, 173.552 orang mengungsi ke lokasi yang lebih aman, serta terdapat korban luka 4.438 jiwa luka-luka," kata Anton dalam agenda penyaluran bantuan Pondok Sedekah Indonesia di Bekasi, Selasa (6/11/2018).

Data tersebut di atas masih belum termasuk korban yang hilang ditelan ganasnya likuifaksi yang memporak-porandakan 1.700 rumah yang sebagian banyaknya mengalami kerusakan dan sebagian lainnya hilang ditelan bumi.

Anton mengatakan, untuk meringankan beban para korban, lembaga kemanusiaan yang dirintis di Kota Bekasi ini berupaya menolong dan menyelamatkan para korban yang berada dalam kesulitan pasca gempa.

Pihaknya mengirimkan tim ke Sulawesi Tengah mulai masa tanggap darurat hingga masa recovery saat ini. Menurutnya, banyak program telah dilakukan, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan logistik, trauma healing hingga aksi kesehatan dan berbagai agenda kemanusiaan lainnya.

"Namun aksi tersebut masih dirasa belum maksimal, masih banyak desa yang harus dituju dan disambangi untuk disalurkan bantuan nantinya," katanya.

Hal mendasar yang paling dibutuhkan adalah persoalan logistik. Pagi ini di halaman Ruko Emerald Summarecon Bekasi, pihaknya menyalurkan bantuan sebanyak 15 ton, berupa makanan, minuman dan kebutuhan logistik ainnya.

Anton menjelaskan, bantuan ini terkumpul mulai donasi dari rumah-rumah, perusahaan, lembaga pemerintahan, hingga pendidikan. Diharapkan bantuan ini mampu mempercepat masa pemulihan para korban usai mengungsi kurang lebih selama sebulan. 

"Hari ini dengan segala keterbatasan, alhamdulillah Tetap bergerak, bantu mereka untuk menata hidup kembali, papah mereka untuk bangkit dan memulai mimpinya dengan lebih baik. Semoga menjadi salah satu cara yang dapat meringankan beban saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala," tandasnya. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha NMax