Dinsos Bekasi Apresiasi Bantuan Logistik untuk Palu
Oleh Ananda M Firdaus, pada Nov 06, 2018 | 16:31 WIB
Dinsos Bekasi Apresiasi Bantuan Logistik untuk Palu
Pondok Sedekah Indonesia menyerahkan secara simbolis bantuan untuk korban gempa Sulawesi Tengah kepada Dinas Sosial Kota Bekasi, Selasa (6/11/2018). (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

BEKASI UTARA, AYOBEKASI.NET -- Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Jaini Idris, mengapresiasi langkah Pondok Sedekah Indonesia mendistribusikan 15 ton logistik untuk membantu para korban gemba di Sulawesi Tengah, yakni yang berada di Palu, Donggala, dan Sigi.

"Saya bersyukur atas nama Pemerintah Kota Bekasi dari dinas sosial atas kepedulian dari Pondok Sedekah Indonesia (PSI) yang berupaya membantu masyarakat kita yang terkena musibah, tentunya kita berterimakasih banyak," kata Jaini usai acara pelepasan distribusi bantuan di Summarecon, Bekasi Utara, Selasa (6/11/2018).

Jaini mengakui bahwa pemerintah sendiri memiliki keterbatasan dalam upaya membantu para korban di luar daerah. Maka bantuan masyarakat seperti yang dihimpun PSI dalam penyaluan amat berarti dan konkret hasilnya.

"Dengan gerakan masyarakat yang tanpa dipaksakan dengan sendirinya seperti tadi sudah diberangkatkan kisaran 15 ton logistik dibawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok," katanya.

Dia berharap PSI juga dapat bersinergi kedepan dengan Pemerintah Kota Bekasi, khusunya membantu masyarakat tatkala bencana alam banjir yang rutin melanda kota ini terjadi.

Menurutnya, dukungan baik dari masyarakat maupun kelompok masyarakat seperti PSI sangat dibutuhkan untuk penangulangan bencana dengan baik.

"Jadi tatkala bencana itu terjadi, tentu kita ajak juga Pondok Sedekah Indonesia untuk bersinergi memberikan bantuan walaupun kita berharap tidak terjadi bencana di Kota Bekasi," ujarnya.

AYO BACA : Pondok Sedekah Salurkan Bantuan 15 Ton Logistik Korban Gempa Sulawesi

Disaster Management Programm PSI Anton Budi Purnomo, menyebutkan korban yang berjatuhan amat banyak. Menurut data yang ia dapatkan, bencana tersebut menimbulkan korban meninggal dunia mencapai 2.095 jiwa, 4.438 jiwa luka-luka dan 173.552 orang mengungsi.

Data tersebut belum termasuk korban hilang akibat likuifaksi yang memporak-porandakan 1.700 rumah yang sebagian banyaknya mengalami kerusakan dan sebagian lainnya hilang ditelan bumi.

Anton mengatakan, untuk meringankan beban para korban, lembaga kemanusiaan yang dirintis di Kota Bekasi ini berupaya menolong dan menyelamatkan para korban yang berada dalam kesulitan pasca gempa.

Pihaknya mengirimkan tim ke Sulawesi Tengah mulai masa tanggap darurat hingga masa recovery saat ini. Menurutnya, banyak program telah dilakukan, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan logistik, trauma healing hingga aksi kesehatan dan berbagai agenda kemanusiaan lainnya.

Namun aksi tersebut dinilai belum maksimal, sehingga pihaknya kembali membantu dengan menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan mendasar karena digunakan untuk sehari-hari.

Dia menerangkan, bantuan dapat terkumpul mulai donasi dari rumah-rumah, perusahaan, lembaga pemerintahan, hingga pendidikan. Diharapkan bantuan ini mampu mempercepat masa pemulihan para korban usai mengungsi kurang lebih selama sebulan.

"Hari ini dengan segala keterbatasan, Alhamdulillah tetap bergerak, bantu mereka untuk menata hidup kembali, papah mereka untuk bangkit dan memulai mimpinya dengan lebih baik. Semoga menjadi salah satu cara yang dapat meringankan beban saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala," tandasnya.

AYO BACA : Pemkot Bekasi Galang Dana Korban Bencana Palu dan Donggala Lewat Ngamen Campur Sari

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha NMax