ODHA Harus Diperhatikan Selain 1 Desember
Oleh Ananda M Firdaus, pada Dec 01, 2018 | 20:29 WIB
ODHA Harus Diperhatikan Selain 1 Desember
Peringatan hari aids di Bekasi, Sabtu (1/12/2018). (ayobekasi.net/Ananda MF)
RAWALUMBU, AYOBEKASI.NET -- Setiap tanggap 1 Desember, masyarakat di dunia memperingati Hari Aids. Tidak lain, tujuan peringatan hari aids untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah aids yang disebabkan oleh virus HIV. 
 
Akan tetapi peringatan itu tidak dirasa cukup. Masih banyak orang-orang dengan HIV/Aids (odha) yang menderita. Uluran tangan maupun perhatian tidak hanya dilakukan sekedar seremoni semacam peringatan. 
 
"Ada 11 bulan yang kadang-kadang dilupakan oleh masyarakat. Jadi kalau Desember itu hari aids, hanya di bulan itu kita (odha) mendapat perhatian. Sementara bulan-bulan lainnya, implementasi (perhatian) tidak jelas," ujar Direktur Yayasan Rumah Sebaya, Darmawan dalam peringatan hari aids di Bekasi, Sabtu (1/12/2018).
 
Odha, diterangkan Darwaman, membutuhkan ruang kepedulian yang lebih dari masyarakat yang dikatakan sehat. Bukan hanya masyarakat, lebih jauhnya seperti pendampingan dari pemerintah maupun tenaga medis yang justru masih kepalang tanggung mengurusi orang-orang yang diistilahkan sebagai pasien B20 ini. 
 
"Sampai sekarang kita masih banyak dibantu (berkegiatan) dari donor-donor asing. Sampai sekarang pun, diskriminasi masih banyak dialami odha, bahkan yang mirisnya kebanyakan di dunia medis," ujarnya.   
 
Dia membeberkan mengapa pemerintah perlu memberi perhatian yang tak tanggung, juga penerimaan masyarakat yang dibutuhkan lebih daripada sekarang, salah satu alasannya dikarenakan Kota Bekasi merupakan daerah yang termasuk parah dengan jumlah pengidap odha.
 
Dia mencatat Kota Bekasi menjadi daerah kedua di Jawa Barat dengan jumlah pengidap odha terbanyak setelah Kota Bandung. Bahkan menurut survei, pengidap odha di Jawa Barat menempati urutan keempat terbesar se-tanah air. 
 
Menurutnya, sejak tahun 2010, awal berdiri dan konsennya Rumah Sebaya melakukan sosialisasi pencegahan HIV maupun upaya pendampingan terhadap para pengidap, dukungan dari masyarakat maupun pemerintah masih terbilang kurang. Meski sedikit demi sedikit maksud baik dari didirikannya Rumah Sebaya pun terlaksana, misalnya penerimaan masyarakat terhadap odha di lingkungan.
 
Akan tetapi dukungan mesti terus digelorakan, apalagi Indonesia mempunyai pekerjaan besar untuk mengentaskan penyebaran HIVV hingga nol pada tahun 2030.
 
Di kesempatan berbeda, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyebutkan pemerintah nantinya akan kembali menggencarkan sosialisasi terkait pencegahan HIV di lingkugan masyrakat mulai tingkat kecamatan, hingga paling bawah pada tingkatan RT/RW. 
 
Menurut Tri, upaya tersebut hanya salah satu langkah saja. Pada tahun 2019, dia akan membuat suatu wadah yang bergerak konsen menyikapi soal odha seperti Rumah Sebaya.
 
"Yang penting sosialisinya dulu untuk pencegahannya. Soal penanganan nanti kita coba create LSM seperti Rumah Sebaya ini," tandasnya. 
Editor : Rizma Riyandi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi