Kawasan Tanpa Rokok Kabupaten Bekasi Efektif 2019
Oleh Ananda M Firdaus, pada Dec 05, 2018 | 18:41 WIB
Kawasan Tanpa Rokok Kabupaten Bekasi Efektif 2019
Dilarang Merokok. (Istimewa)

CIKARANG PUSAT, AYOEBKASI.NET--Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) mulai awal tahun depan. Penerapan itu menyusul dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang KTR di Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana mengatakan, sesuai dengan regulasi tersebut maka terdapat delapan lokasi KTR.

Delapan lokasi itu yakni fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat anak bermain,  tempat ibadah, angkutan umum, perkantoran, tempat umum, serta tempat-tempat lain yang  ditetapkan Plt Bupati Bekasi.

AYO BACA : Rokok Hambatan Terbesar Kota Layak Anak

Menurutnya, regulasi KTR sebenarnya sudah ada sejak 2009 silam. Namun aturan belum tertuang dalam bentuk Perda sehingga kurang kuat. Disisi lain jumlah perokok dinilai makin banyak seiring waktu, sedangkan udara bersih sangat dibutuhkan sehingga diterbitkannya Perda merupakan intervensi dari pemerintah.

"Tahun 2019 besok kita mulai implementasi. Sekarang kita mencoba pra implementasi sekaligus sosialisasi di seluruh tempat yang akan menjadi KTR," kata Irfan di Cikarang Pusat, Rabu (5/12/2018).

Irfan menjelaskan, Pemkab Bekasi ingin meniru langkah sukses Pemerintah Kota Bogor dalam rangka mengendalikan tingkat perokok. Sejauh ini, Kabupaten Bekasi baru mendapatkan penghargaan tahap satu, sedangkan Kota Bogor sudah tahap tiga.

AYO BACA : Bea Cukai Bekasi Musnahkan 3 Juta Batang Rokok Ilegal

Saat penerapan dimulai, setiap sudut KTR akan ditempeli poster dan stiker bahkan spanduk terkait peringatan larangan merokok. Bagi yang mau merokok maka harus keluar dari KTR terlebih dahulu. Sebab, KTR tidak akan menyiapkan ruangan khusus merokok.

"Termasuk pegawai pemkab, kalau dia mau merokok maka dia harus keluar pagar," ucapnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan sanksi bagi setiap pelanggar berupa kurungan penjara serta denda. Semisal merokok di lingkungan kantor, akan disanksi kurungan tiga bulan  penjara serta denda Rp200.000.

"Begitu pula pimpinan di kawasan tersebut akan dikenakan denda antara Rp5 juta hingga Rp10 juta bergantung pelanggaran yang diperbuat," tandasnya.

AYO BACA : Niat Nonton Malah Hisap Ganja, Oknum Suporter Diciduk Polisi

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi