Mantan Menaker Era Gusdur Dukung Reaktualiasi Hubungan Industrial Pancasila
Oleh Ananda M Firdaus, pada Dec 06, 2018 | 08:39 WIB
Mantan Menaker Era Gusdur Dukung Reaktualiasi Hubungan Industrial Pancasila
Bomer Pasaribu. (Ananda Muhammad/ayobekasi.net)

CIKARANG SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Ketua Pokja Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing yang juga merupakan mantan Menteri Menakertrans era Presiden Abudrrahman Wahid, Bomer Pasaribu, mendukung upaya pola hubungan industrial pancasila dihidupkan kembali. 

Menurutnya hubungan industrial Pancasila mempunyai nilai yang luhur untuk menjaga hubungan antarkomponen di dunia industri. 

"Terus terang ini seperti kilas balik dan yang sangat fenomenal, karena hubungan industrial pancasila yang dicanangkan tahun 1974 sesudah dijalankan 18 tahun sampai 1998, maka sampai sekarang hubungan ini di era reformasi seolah istirahat, tapi setelah 20 tahun beristirahat dia kembali dibangkitkan," kata Bomer usai mengikuti acara pencanangan hubungan industrial pancasila di Cikarang Selatan, Rabu (5/12/2012).

Menurut Bomer, yang tidak kalah penting upaya reaktuliasasi hubungan industrial pancasila digaungan oleh para pengusaha, unsur pekerja, maupun pemerintah di Kabupaten Bekasi. Dia menilai Kabupaten merupakan tempat yang strategis menerapkan pola hubungan kerja yang dibangun dimasa orba ini, terlebih karena Bekasi terutama kawasan Cikarang merupakan daerah industri terbesar di negeri malah mencapai tingkat Asia Tenggara. 

Bomer mengatakan, upaya pembangkitan hubungan industrial pancasila juga bertepatan dengan era digitalisasi pasar yakni revolusi industri 4.0. Maka pencangan hubungan industrial pancasila membutuhkan format baru sehingga dapat diterapkan secara utuh menyesuaikan perubahan kondisi industri di era revolusi industri 4.0.

Disamping menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar, dia berharap hubungan industri pancasila yang dicanangkan unsur tripartit Kabupaten Bekasi ini dapat menjadi model pelaku industri di daerah lain. Maka dia mengharapkan penerapannya akan lancar dan sejalan dengan maksud dibuatnya hubungan industrial pancasila 44 tahun silam. 

"Mudah-mudahan menjadi gerakan nasional bisa digarap tripartit tingkat provinsi dan nasional dan tentunya dengan reaktualisasi dengan format baru di dalam era industri 4.0 yang sangat kental dengan digitalisasi industri, tapi tuntutannya (hubungan industrial pancasila) bagi saya hanya satu, yaitu bisa meningkatkan terus mutu dan profesionalitas kerja. Itu adalah hukum besi yang tidak bisa dikesampingkan," ujarnnya. 

Ketua Apindo Kabupaten Bekasi, Sutomo mengatakan, nantinya persoalan hubungan industri dikembalikan pada dasar pancasila. Sejumlah nilai Pancasila tersebut di antaranya dengan cara bermusyawarah, mufakat, keseimbangan, dan berkeadilan.

"Tentunya akan menjadi budaya bangsa kita dalam menghidupkan hubungan industrial. Ketika ada permasalahan semua dikembalikan pada sebuah dasar kepribadian bangsa, sehingga tidak perlu lagi cara-cara seperti adanya kekerasan," ujarnya.

Sebagai salah satu fasilitator pencanangan, nantinya Apindo akan melakukan sosialisasi ke perusahaan dan pekerja di Kabupaten Bekasi. Tujuannya agar hubungan industrial Pancasila dapat diimplementasikan.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Lexi